Cerita ini lanjutan dari lab komputer. Terdengar sedikit geje tapi memang geje bisa dibuktikan dari judulnya yang engga banget. Tapi tetep aja ceritanya memenuhi standar SSN. Langsung aja dilanjut.
Alkisah di antero raya tinggallah 2 kawanan bernama Halida dan Ica. Mereka hidup di gubuk yang bagaikan rumah Maykel Jeksen. Mereka disenangi semua rakyat, namun ternyata tanpa sepengetahuan ternyata mereka itu terkena sebuah kutukan. Ica jika terkena air akan berubah menjadi seekor babi dan Halida jika terkena udara dingin akan berubah menjadi hitam sekali bagaikan arang (Oh, No!!!). Mereka memiliki seorang tetangga yang bernasib sama dengan mereka, dia bernama Amel. Berbeda dengan mereka Amel jika terkena panas akan berubah menjadi gehu hot jeletot. Amel memiliki seorang keponakan bernama Hana yang sama-sama terkena kutukan. Jika Hana terkena debu dia akan berubah menjadi badak bercula 5. Hana memiliki seorang sepupu yang senang bervandalisme dan berklepto ria dia bernama Farida. Faridapun jika terkena kertas akan berubah menjadi menjadi bola basket. Maka dari itu ia belajar memakai daun lontar (primitif sekali). Namun, tidak seperti yang lain ia senang bisa menjadibola basket karena dengan begitu ia bisa dimainkan oleh sang pujaan hati , yaitu Trosis yang terkenal dengan kecaperannya.
Halida dan Ica yang bingung karena ternyata banyak orang yang terkena kutukan yang hampir sama dengan mereka. Merekapun mencari tahu apa penyebabnya. Tiba-tiba datang seorang wanita penjual balakutak dia bernama Dinda ternyata dia juga terkutuk, jika dia terkena air penas dia akan berubah menjadi gurita monyong. Namun, berkat kehadiran Dinda mereka jadi tahu penyebab kutukan itu. Dan ternyata penyebabnya adalah.... (teng teng tengteng) SASA!!!! Siapa dia? terdengar seperti sebuah nama seorang figuran. Bukan!!! dia bukan figuran tapi ternyata dia itu seorang penyihir jahat yang mengutuk mereka semua. Sasa berciri-cirikan berwajah buruk dan senang memakai pakaian hitam-hitam serta kemeja kotak-kotak 2 warna dia juga senang memegang puntung rokok. Dia memeiliki 3 orang power renjer yang membantu dia, yaitu Rina P (ping), Rakanda (biru * tadinya mau item cmn ga boleh oleh Sasa soalnya warna kebanggaannya), dan Meistina (kuning). Ih... unyu-unyu pokonya.
Halida dan Ica merasa bingung mengapa Sasa berbuat seperti itu. Namun, Dinda (Bundo a.k.a) pun tidak tahu penyebabnya. Halida dan Ica pun berencana memusnahkan Sasa. Mereka pun mengajak Amel, Hana, Farida, dan tentu saja Dinda. Saat mereka sedang berunding betapa pedesnya gehu yang sekarang dari yang kemarin. Eit,, maaf sepertinya ada kesalahan maksudnya berunding cara menghancurkan Sasa datang dua sosok pria. Kedua pria itu menghampiri mereka ingin meminta minum dan makan serta gehu yang menggairahkan. Setelah diberi makan dan minum (kecuali gehu soalnya enak masih panas) mereka memperkenalkan diri. Mereka bernama Ryan dan Adit mereka berdua adalah penari jalanan dengan tarian kreasi mereka yang menjadi kebanggaan yaitu "dangdanggula". Sebagai rasa terimakasih mereka, mereka berniat membantu kumpulan manusia terkutuk itu untuk memerangi Sasa.
Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? baca cerita selanjutnya yang ga tau bakal berdarnya kapan. Saya undur diri mohon maaf jika penggunaan EYD yang kurang benar. Saya minta koreksinya. Wassalam.
To be continued....
bagus haaaal. lanjutinlah lucuu pisaaan
BalasHapusiya bagus lucu.....
BalasHapussialan masa esti jadi orang jahat warna kuning pula hhh -__________________-" tapi keren ceritanya ayoo lanjutin \(^O^)/
BalasHapus