Dari judul yang diatas itu mungkin terdengar seperti ngajak nonton ondel-ondel bareng. Tapi sebenarnya ini bukan tentang itu. Biasanya aku/saya/gue (jujur bingung panggilan ke diri sendiri enaknya yang mana ya?) ngebacot tentang cerita fantasi geje tapi kali ini untuk pengetikan perdana tentang 'corat-coret'. Jangan disangka aku (gimana kalau panggilan ini pas ga?) bakal nyeritain tentang definisi corat-coret dan cara menanggulanginya disertai pasal-pasal. Tapi ini bukan hanya sekedar corat-coret tapi juga ini adalah coret-coret *nah lo? ngelantur lagi kan. Baik begini ceritanya.
Pas banget hari ini balik ujian praktek seperti biasa kita (dinda, adit, sasa, farida, hana, ryan, dan pastinya saya *kalau yang ini enak ga?) ngegibah atau lebih tepat ngomong ngalor ngidul di kelas. Nah, waktu enonoh si adit kan ngegambar trus tergeletaklah pensil warna 12 warna yang berwarna-warni. Si Farida yang memiliki kebiasaan vandalisme tidak bisa menahan dirinya untuk corat-coret. Dia pun memulai aktivitasnya tapi yang ini lebih kreatif biasanya pake tipe-x yang warnanya putih doang sekarang pake pensil warna diairin jadinya kaya cat air yang diairin *hah? Nah dia lagi asik ngelukis tangannya dgn gambar bunga. Membuat manusia yang lain terinspirasi melukis tangan mereka juga (kecuali sasa sama adit asik gambar dikertas). Gue (kalau ini gimana?) pun ga mau ketinggalan dengan sigap dan sempat dimarahin dulu aku mulai ngelukis tapi hasilnya warnanya ga keluar kaya yg lain. Frustasi dengan pensil warna biadab datanglah tawaran Dinda untuk membantu menggambarkan, dia tersenyum menawarkan jasanya tapi samar-samar terlihat tanduk *ada apa ini? Setelah menimbang bibit bobot dan bebetnya diulurkan lah sang tangan kiri ku satu-satunya.

Kesan pertama oke bagus juga walaupun cmn huruf H warna ijo ditambah emoticon senyum warna kuning and ungu tapi entah dia terlalu bersemangat atau dia punya dendam dia mulai bertindak luar kendali dia mulai menuliskan nama sang pujaan hatinya inisialnya R pake gambarnya lagi yang asli ga ada mirip-miripnya unyil aja jauh lebih ganteng dah. Tonjolan tulangpun tak luput dia warnai (Dinda betapa berbakatnya engkau nak) tapi kenapa hasilnya jadi seperti ini, KENAPA? (baik itu lebe).

Kepalang tanggung akupun (yup sepertinya ini paling enakeun) menyuruh yang lain ngegambar ditangan dimulai dari Farida. niat ga niat keliatan banget di mukanya dengan cengengesan dia ngegambar ga jelas sepertinya dia lebih bernafsu untuk membuat garis yang ga simetris atau melengkung atau disebut juga nyorat-nyoret dibantu dengan Dinda yang juga ikut-ikutan. Gambar semakin ga jelas dia pun berhenti. Dan diapun sukses besar memperburuk tangan kananku. Lihat ini:
Hemm.. kayaknya segini dulu aja ya sisanya entar lagi aja. Sorry bro udah ngantuk euy...